Instalasi dan Konfigurasi LAMP (Linux, Apache, MySQL, php) Stack

 


Konsep Dasar LAMP Stack

LAMP merupakan sekelompok software dengan sumber terbuka yang biasanya diinstal secara bersamaan, dan berfungsi untuk menjadikan server anda sebagai hosting. Dimana dengan sekelompok aplikasi ini anda dapat menjalankan sebuah situs web yang dinamis dengan aplikasi web yang ditulis dalam bahasa PHP. 

LAMP sendiri adalah sebuah singkatan dari Linux sebagai sistem operasi yang digunakan, Apache sebagai web server yang akan diinstal, Mysql atau Mariadb sebagai database, dan PHP sebagai pengelola konten dinamis. Terkhusus untuk database sampai tulisan ini dibuat Linux ubuntu server 20.04.2 LTS masih mendukung paket aplikasi MySQL-Server di repositori. 

Dengan demikian, anda dapat menginstal salah satu paket aplikasi database server sesuai dengan kebutuhan yang anda inginkan.


Persyaratan Sebelum Melakukan Instalasi LAMP Stack

Sebelum anda melakukan praktikum instalasi dan konfigurasi LAMP Stack pada linux ubuntu server 20.04.2 LTS, silahkan siapkan beberapa persyaratan dibawah ini.

Dikarenakan pada kasus ini, kita melakukan praktikum menggunakan aplikasi Oracle VM VirtualBox maka terdapat beberapa syarat tambahan yang harus anda penuhi. Pertama lakukan backup atau clone terlebih dahulu VM yang masih dalam posisi fresh, kedua pastikan anda menggunakan VM hasil backup atau clone untuk melakukan praktikum. Jadi, jika nanti praktikum anda gagal pengguna tidak perlu melakukan instalasi ulang linux ubuntu server 20.04.2 LTS. 

Dikarenakan paket aplikasi yang akan dilakukan instalasi cukup banyak, maka admin akan membaginya kedalam beberapa point – point dalam setiap pembahasan. Tujuannya adalah untuk mempermudah anda belajar dan meminimalisir terjadinya error.


Tahapan 1. Menginstall Apache

Web server apache adalah salah satu aplikasi web server yang paling banyak digunakan. Alasannya adalah banyaknya dokumentasi, dan dukungan dari banyak pihak. Sehingga anda dapat mencari informasinya secara lengkap di Internet. 

Untuk melakukan intalasi web server apache silahkan ikuti tahapan – tahapan dibawah ini.

Tahapan Ke - 1, Gunakan perintah “apt install apache2” , untuk melakukan instalasi paket apache2. Sebelum proses instalasi dilakukan, sistem akan mengkonfirmasi kepada pengguna. Apakah akan melanjutkan proses instalasi paket apache2 dan beberapa paket aplikasi pendukung lainnya ?. Silahkan tekan tombol Enter untuk menyetujui sekaligus melanjutkan proses instalasi. 



Tahapan Ke - 2, Dikarenakan pada tahapan sebelumnya anda menyetujui, maka pada tahapan ini sistem secara otomatis akan melakukan download paket aplikasi apache2 dan beberapa paket pendukung lainnya. Tunggu hingga tahapan ini selesai dilakukan oleh sistem. 



Tahapan Ke - 3, Setelah proses download, maka sistem secara otomatis akan melakukan instalasi paket apache2 dan beberapa aplikasi pendukung lainnya. Silahkan tunggu hingga tahapan ini selesai dilakukan. 



Tahapan Ke - 4, Pastikan setelah seluruh proses download dan instalasi paket aplikasi apache2 dan beberapa aplikasi pendukung lainnya, tidak terdapat pesan kesalahan yang dimunculkan oleh sistem. 



Tahapan Ke - 5, Apakah web server apache2 yang kita miliki sudah berjalan ?, sebelum dapat menjawab itu kita perlu mengetahui berapa IP Address dari server yang sedang kita gunakan. Ketikkan perintah “ip address” untuk mengetahui IP address yang sedang kita gunakan. Sebagai contoh IP Address admin saat ini adalah 192.168.100.2. 


Setelah sampai pada tahapan diatas, kita tinggalkan sejenak komputer server. Sekarang kita akan mengakses web server yang baru saja kita instal melalui komputer yang ada di jaringan dan terhubung dengan komputer server. 

Dikarenakan pada kasus kali ini kita melakukan pembelajaran menggunakan aplikasi Oracle VM VirtualBox maka kita bisa melakukan pengujian menggunakan Komputer Host (komputer tempat aplikasi oracle VM Virtualbox dilakukan instalasi). Silahkan anda buka web browser yang sering anda gunakan. Selanjutnya pada kolom URL ketikkan http://IP_Address_Server/, karena IP Address server pada kasus kali ini adalah 192.168.100.2 (perhatikan gambar tahapan ke lima) maka admin akan mengetikkan IP address tersebut pada kolom URL. 

Jika pengguna, mendapatkan hasil seperti pada gambar dibawah ini, maka paket web server apache sudah dapat berjalan dan digunakan dengan baik. 


Jika, anda mencoba mengakses web server milik anda dan tidak muncul seperti pada Gambar diatas, coba anda cek kembali apakah IP Address yang anda akses sudah benar ? atau apakah konfigurasi virtual network yang anda gunakan sudah benar ?. Apabila kedua kasus tersebut sudah tidak ada permasalahan maka admin yakin, anda akan mendapatkan tampilan seperti pada Gambar diatas. 

Masih cukup banyak pembahasan tentang web server apache2 yang tidak bisa disampaikan disini, materi tentang web server apache2 akan dibahas pada pembahasan yang berbeda.

Tahapan 2. Menginstal Database Server (MySQL)

Setelah web server yang anda gunakan berjalan dengan baik, maka selanjutnya adalah melakukan instalasi basis data. Basis data atau database digunakan untuk menyimpan dan mengelola data dari situs yang anda miliki. Pada kasus kali ini, kita akan melakukan instalasi database server MySQL Server. Jika anda membutuhkan instalasi database server menggunakan MariaDB akan dibahas pada materi yang lain.

Tahapan Ke - 1, Gunakan perintah “apt install mysql-server”, untuk melakukan instalasi paket MySQL Server. Seketika itu, sistem akan meminta konfirmasi kepada pengguna, apakah yakin akan melanjutkan proses instalasi paket mysql-server dan beberapa aplikasi pendukung lainnya ?. Untuk melanjutkan proses instalasi dan sekaligus menyetujui silahkan tekan tombol Enter



Tahapan Ke - 2, Setelah pengguna menyetujui konfirmasi pada tahapan diatas, maka secara otomatis sistem akan mendownload paket mysql-server dan beberapa aplikasi pendukung lainnya. 



Tahapan Ke - 3, Setelah di download paket tersebut akan dilakukan instalasi secara otomatis oleh sistem. Silahkan anda tunggu hingga tahapan ini selesai dilakukan. 



Tahapan Ke - 4, Pastikan setelah proses instalasi tidak muncul pesan kesalahan. 


Setelah sampai pada proses diatas, maka service database dengan menggunakan MySQL Server sudah dapat anda gunakan. Namun, sebelum anda gunakan anda perlu melakukan sedikit konfigurasi agar aman. Gunakan perintah mysql_secure_installation untuk dapat menghapus beberapa konfigurasi yang tidak aman.

Untuk lebih jelasnya silahkan anda ikuti tahapan – tahapan dibawah ini:

Tahapan Ke - 1, Pastikan sebelum menjalankan tahapan ini, paket database server sudah terinstal dan dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya ketikkan perintah “mysql_secure_installation <Enter>” untuk melakukan konfigurasi dasar database server anda. 



Tahapan Ke - 2, Aplikasi akan bertanya kepada anda, apakah akan mengaktifkan fitur VALIDATE PASSWORD Plugin  ?. Jika anda ingin mengaktifkan fitur ini, maka silahkan tekan huruf “Y” pada keyboard. Sedangkan untuk menonaktifkannya silahkan tekan sembarang tombol pada keyboard. 


Mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini merupakan keputusan dari pengguna. Jika anda mengaktifkan fitur ini, dan kata sandi yang anda masukkan tidak sesuai dengan kriteria yang sudah anda tentukan sendiri maka akan ditolak oleh MySQL. Jika anda menonaktifkan fitur ini juga tidak akan menjadi masalah, sebagai gantinya buatlah sebuah kata sandi yang sangat kuat dan unik serta sulit ditebak oleh orang lain.

Pada kasus ini admin tidak akan mengaktifkan fitur VALIDATE PASSWORD Plugin ini. Jika anda mengaktifkan fitur ini, maka anda akan diminta untuk menentukan tingkat validasi dari sebuah kata sandi. 


Misal, jika pengguna memilih opsi “2” sebagai tingkat yang sangat kuat. Maka pengguna akan mendapatkan pesan kesalahan jika kata sandi yang dimasukkan tidak mengandung huruf kapital, huruf kecil, angka, karakter khusus, dan kata – kata kamus umum. 

Sekali lagi, jika fitur ini sangat rumit bagi anda admin menyarankan untuk menonaktifkan fitur ini.


Tahapan Ke - 3, Terlepas anda mengaktifkan atau menonaktifkan fitur VALIDATE PASSWORD, server yang anda gunakan tetap akan meminta untuk melakukan konfigurasi kata sandi untuk penggunakan Root MySQL. Pengguna root disini tidak sama dengan pengguna root sistem, pengguna root basis data adalah seorang pengguna administratif dengan privilese penuh terhadap sistem basis data. 


Jika pengguna mengaktifkan fitur VALIDATE PASSWORD Plugin maka anda harus membuat kata sandi sesuai dengan ketentuan yang sudah anda konfigurasi pada plugin tersebut. Selanjutnya pengguna akan ditunjukkan kekuatan dari kata sandi yang baru saja dimasukkan (jika anda menonaktifkan fitur VALIDATE PASSWORD Plugin maka pengguna tidak akan ditunjukkan).


Tahapan Ke - 4, Pengguna diminta konfirmasi untuk menghapus user anonymous dari database server. User ini ada secara otomatis ketika anda melakukan proses instalasi. Untuk alasan keamanan silahkan anda hapus user ini dengan menekan huruf “Y” pada keyboard. 



Tahapan Ke - 5, Sistem juga meminta anda untuk menonaktifkan login menggunakan user root melalui remote. Untuk menonaktifkan silahkan tekan huruf “Y” pada keyboard. 



Tahapan Ke - 6, Secara otomatis aplikasi MySQL Server juga secara otomatis membuat sebuah database bernama “test” ketika dilakukan instalasi. Untuk alasan keamanan kita harus menghapus database ini. Untuk menghapusnya silahkan tekan huruf “Y” pada keyboard.  



Tahapan Ke - 7, Setelah semua konfigurasi yang sudah anda berikan diatas, aplikasi database server MySQL ingin melakukan pembacaan tabel ulang. Silahkan tekan huruf “Y” pada keyboard. 



Tahapan Ke - 8, Setelah seleuruhnya selesai maka anda akan diberikan konfirmasi bahwa proses konfigurasi dasar, selesai dilakukan. 



Tahapan Ke - 9, Untuk melakukan pengujian, apakah database server MySQL anda berjalan atau tidak, anda tinggal menekan mengetikkan perintah “mysql <Enter>”, maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Untuk keluar dari prompt MySQL ketikkan perintah “quit <Enter>”. 


Perhatikan ketika anda mengetikkan perintah “mysql <Enter>” Anda tidak perlu memberikan kata sandi untuk terhubung sebagai pengguna root, meskipun Anda telah menentukannya saat menjalankan konfigurasi mysql_secure_installation. Hal itu dikarenakan metode autentikasi default untuk pengguna Administratif pada database MySQL adalah unix_socket bukan menggunakan kata sandi. 

Awalnya anda akan mengira bahwa ini tidak akan aman, karena orang dapat masuk kedalam database server yang anda miliki tanpa mengetikkan kata sandi. Namun, faktanya hal ini membuat server basis data menjadi lebih aman karena pengguna yang diizinkan Log In sebagai user MySQL root hanyalah pengguna sistem dengan privilese sudo dan terhubung dari konsol atau melalui aplikasi yang berjalan dengan privilese yang sama.

Dalam praktiknya kita tidak pernah benar – benar menyentuh database server melalui konsol, melainkan menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti phpMyAdmin, dan masih banyak yang lainnya. Dalam kasus kali ini, pengguna tidak akan dapat menggunakan user root basis data untuk terhubung ke database server melalui aplikasi pihak ketika seperti phpMyAdmin. Pengaturan kata sandi untuk akun MySQL root berfungsi sebagai perlindungan, apabila metode autentikasi asali diubah dari unix_socket menjadi kata sandi.

Sebagai gantinya kita harus membuat sebuah user khusus dengan pengaturan priviles yang terbatas untuk masing – masing basis data. Terutama jika anda ingin membuat banyak database didalam database server. Bagaimana membuat user ini akan dibahas pada meteri instalasi phpMyAdmin.

Tahapan 3. Menginstal PHP

Setelah web server terbentuk, dan database ada maka website yang kita miliki sudah dapat tampil dan diakses oleh orang banyak. Namun, server yang kita miliki hanya dapat memproses website statis saja. Agar server yang kita miliki dapat memproses website dinamis maka kita perlu sebuah bahasa pemrograman PHP. 

Untuk melakukan instalasi php pada server linux ubuntu 20.04.2 LTS, silahkan ikuti tahapan – tahapan dibawah ini.

Tahapan Ke - 1, Gunakan perintah “apt install php <Enter>” untuk melakukan instalasi bahasa pemrograman php pada server yang anda miliki. Sistem akan meminta konfirmasi, apakah yakin akan menginstal paket php dan beberapa paket pendukung lainnya ?. Silahkan tekan saja tombol Enter untuk melanjutkan ketahapan selanjutnya. 



Tahapan Ke - 2, Setelah anda menyetujui, tahapan selanjutnya adalah melakukan proses download paket php dan beberapa paket pendukung lainnya. Silahkan tunggu tahapan ini sampai dengan selesai. 



Tahapan Ke - 3, Setelah paket php dan paket pendukung lainnya terdownload, maka secara otomatis sistem akan melakukan instalasi. Silahkan tunggu proses ini sampai selesai dilakukan. 



Tahapan Ke - 4, Setelah proses download dan instalasi paket php beserta paket pendukung lainnya selesai dilakukan. Pastikan tidak ada pesan kesalahan yang muncul. 


Untuk menguji hasil instalasi php, kita bisa melalui dua cara yaitu melalui client yang terhubung ke server, atau pada terminal linux ubuntu server 20.04.2 LTS. Jika anda ingin menguji php melalui terminal linux ubuntu server maka gunakan perintah “php -v”, secara otomatis anda akan mendapatkan tampilan seperti dibawah ini. 


Sebagai contoh saja, pada Gambar diatas diberikan informasi bahwa php yang berhasil diinstal pada komputer server milik admin adalah versi 7.4.3. Versi ini bisa berubah seiring dengan perkembangan waktu. Jadi jika nantinya, anda mendapatkan tampilan tidak sama dengan Gambar diatas tidak akan menjadi masalah. 

Jika anda ingin menguji php melalui komputer client yang terhubung ke komputer server, maka anda harus membuat sebuah file dengan nama info.php yang diletakkan di direktory utama dari web server apache. Direktory default dari web server apache berada di /var/www/html/. Jadi silahkan buat file info.php dan letakkan di direktori tersebut. Bagaimana caranya ? silahkan ikuti tahapan – tahapan dibawah ini. 

Tahapan Ke - 1, Untuk membuat sebuah file info.php admin akan menggunakan bantuan teks editor nano. Maka perintah yang diguankan adalah “nano /var/www/html/info.php <Enter>”. File ini belum ada sebelumnya sehingga tampilannya akan tampak kosong seperti pada Gambar dibawah ini. 



Tahapan Ke - 2, Silahkan buatlah sebuah rule sehingga tampak seperti pada Gambar dibawah ini. Jika sudah silahkan simpan file dengan menekan tombol kombinasi secara bergantian Ctrl + X, Y, Enter. 



Tahapan Ke - 3, Setelah proses pembuatan file info.php selesai dilakukan, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengujian. Gunakan komputer client yang terhubung ke komputer server. Dalam hal ini adalah komputer host, buka aplikasi web browser yang biasanya anda gunakan, dan pada kolom URL ketikkan http://IP_Address_server/info.php. Misal pada kasus ini IP Address server adalah 192.168.100.2 maka yang diketikkan pada kolom URL adalah 192.168.100.2/info.php. Jika benar maka akan mendapatkan tampilan seperti dibawah ini. 


Sampai dengan tahapan diatas Linux Ubuntu Server 20.04.2 LTS yang anda miliki sudah dapat berfungsi sebagai web hosting. Namun, perlu anda ingat konten yang anda tempatkan pada Linux Ubuntu server 20.04.2 LTS hanya dapat diakses dari dalam jaringan atau dalam jaringan lokal saja. Alasannya karena anda tidak memiliki IP Address publik. 

Posting Komentar

0 Komentar